Wednesday, April 6, 2011

Air France Penerbangan 447

Air France Penerbangan 447

Air France Penerbangan 447 adalah armada Air France berjenis Airbus A330-200, dengan kode pendaftaran F-GZCP, yang beroperasi sebagai pesawat penumpang internasional. Pesawat ini mengangkut penumpang dari Bandar Udara Internasional Rio de Janeiro-Galeão di Rio de Janeiro, Brasil menuju Bandar Udara Paris-Charles de Gaulle di Paris, Perancis. Setelah terbang dari Rio de Janeiro, Brasil, pesawat ini hilang dari radar di Lautan Atlantik pada 1 Juni 2009, dimana terdapat 216 orang penumpang dan 12 orang kru pesawat berada di dalamnya. Pesawat itu meninggalkan Rio de Janeiro, Minggu pukul 19.00 waktu setempat, dan diperkirakan akan tiba di Paris, Senin pukul 11.15 waktu setempat (sekitar 16.15 WIB).

Data pesawat

Pesawat yang digunakan dalam penerbangan ini adalah pesawat jenis Airbus A330-200, dengan dua mesin General Electric CF6-80E1, serta memiliki kode pendaftaran F-GZCP. Pesawat ini pertamakali terbang pada tanggal 25 Februari 2005.
Upaya pencarian

Upaya pencarian terhadap korban dan bangkai pesawat ini pun dilakukan. Hingga hari Minggu, 7 Juni 2009, telah ditemukan 17 jenazah korban. Guna melancarkan pencarian, Angkatan Laut AS mengirimkan dua perlengkapan pelacak ke beberapa kapal Perancis guna membantu melacak kotak hitam pesawat Air France tersebut. Alat pelacak ini memiliki nama Towed Pinger Locators, memiliki ukuran panjang 1,5 meter dan diameter 1,8 meter. Tanggal 8 Juni, stabilizer vertikal pesawat ini ditemukan. Tanggal 17 Juni, 50 mayat telah ditemukan. Tanggal 26 Juni, pencarian dihentikan. Pada tanggal 6 Mei 2010, kotak hitam pesawat ini akhirnya diketahui lokasinya, namun sampai saat ini belum dapat diambil dari dasar laut. Operasi pengambilan direncanakan dilaksanakan tahun ini.

Investigasi

Upaya investigasi masih dilakukan hingga sekarang. Namun, beberapa petunjuk sudah ditemukan, seperti laporan dari pesan otomatis pesawat yang menandakan pesawat mengalami masalah instrumen (terutama pada pembacaan indikator kecepatan udara, yang menandakan ada masalah pada sistem pitot-statik, diperkirakan pipa pitot ini terhalang sehingga menggangu pembacaan indicator dan kelistrikan, bersama dengan dekompresi akibat turbulensi, diduga akibat cuaca buruk yang dilaporkan terjadi oleh otoritas cuaca setempat. Pesawat itu diketahui pernah mengalami ketidaksamaan pembacaan kecepatan udara pada instrumen. Laporan lain menyebutkan bahwa kejadian ini juga pernah dialami beberapa pesawat Airbus A330, A320, dan A340. Pihak Airbus membenarkan masalah ini dan merekomendasikan operator pesawat yang memiliki pipa pitot yang sama dengan pesawat naas tersebut untuk menggantinya(pipa pitot tersebut bermerek Thales. Pihak Airbus merekomendasikan penggantian dengan merek Goodrich.

0 comments:

Post a Comment